3. Turlap Remaja Bagian 1 (Anemia & Pedoman Gizi Seimbang)


Sabtu, 25 Maret 2017

Acara            : Turlap Remaja (Edukasi Gizi Anemia dan Pedoman Gizi Seimbang). 

Tempat          : SMPN 1 Dramaga, Babakan Kabupaten Bogor 

Pelaksana     : Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Gizi (Peminatan Gizi Masyarakat 2016).

Penanggung Jawab Kegiatan Kelompok Remaja : 

1. Ernis 

2. Netta 

3. Esty 

4. Sabila 

Dosen            :

1. Dr.Ir.Lilik Kustiyah,MS,

2. Prof.Dr.Ir.Siti Madanijah,MS,

3. Prof.Dr.drh.Clara M Kusharto,M.Sc.

Materi Kegiatan Yang Disampaikan : 


RUNDOWN ACARA
PROGRAM ANAK USIA SEKOLAH & REMAJA

Nama Program                                  : Edukasi Terkait Anemia dan Pola Hidup Sehat
Lokasi Pelaksanaan                          : SMP 1 Dramaga, Kec. Dramaga, Kab. Bogor, Jawa Barat
Durasi Pelaksanaan Program          : 3 kali pertemuan

Waktu
Kegiatan
Penanggung Jawab
Sabtu, 25-03-2017
07.00-08.00
Persiapan ruang kelas, LCD, sound system, media edukasi, absensi, dan konsumsi
Huri, Inna, Sabila
08.00-08.15
Pembukaan acara dan doa
MC : Diajeng
08.15-08.45
Penimbangan dan pembagian kartu pantau berat badan
Esty, Nurhayati
08.45-09.00
Penjelasan mekanisme kegiatan dan pembagian kelompok
MC : Diajeng
09.00-09.15
Pretest
Diajeng
09.15-09.45
Penyampaian materi
Netta, Ernis, Jamil, Repa
09.45-10.15
Jigsaw method
Netta, Ernis, Jamil, Repa
10.15-10.30
Postest
Diajeng
10.30-10.45
Pemutaran video dan sesi tanya jawab
Netta, Ernis
10.45-11.00
Penjelasan kartu pantau dan lomba poster
Netta, Ernis
11.00-11.15
Penutupan
MC : Diajeng

Sabtu, 08-04-2017
08.00-10.00
Penilaian lomba poster
Sabila, Netta
08.00-10.00
Monitoring dan evaluasi kegiatan pemantauan berat badan minggu 1-3
Ernis, Esty

Sabtu, 29-04-2017
08.00-10.00
Monitoring dan evaluasi kegiatan pemantauan berat badan minggu 4-6
Netta, Esty, Sabila, Ernis
10.00-11.00
Penutupan rangkaian acara
Netta, Esty, Sabila, Ernis

MATERI EDUKASI
PROGRAM ANAK USIA SEKOLAH & REMAJA

Nama Program                                  : Edukasi Terkait Anemia dan Pola Hidup Sehat
Lokasi Pelaksanaan                          : SMP 1 Dramaga, Kec. Dramaga, Kab. Bogor, Jawa Barat
Durasi Pelaksanaan Program          : 1 kali pertemuan


ANEMIA (Penanggungjawab dan Pemateri :Netta, Ernis)
 Anemia adalah keadaan berkurangnya jumlah eritrosit atau hemoglobin (protein pembawa O2) dari nilai normal dalam darah sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa O2 dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer sehingga pengiriman O2 ke jaringan menurun.  Anemia defisiensi besi timbul akibat berkurangnya penyediaan besi untuk eritropoesis, karena cadangan besi kosong (depleted iron store) yang pada akhirnya mengakibatkan pembentukan hemoglobin berkurang (Bakta, 2006). Berikut ini adalah cut off anemia berdasarkan kadar Hb menurut WHO (2011):
Kelompok umur dan jenis kelamin
Kadar Hb (g/dl)
Balita (6 – 59 bulan)
11,0
Anak (5 – 11 tahun)
11,5
Anak (12 – 14 tahun)
12,0
Wanita >15 tahun
12,0
Wanita hamil
11,0
Pria >15 tahun
13,0

Menurut Bakta (2006) anemia defisiensi besi dapat disebabkan oleh karena rendahnya asupan besi, gangguan absorbsi, serta kehilangan besi akibat perdarahan menahun.
1.             Kehilangan besi sebagai akibat perdarahan menahun dapat berasal dari:
a.    Saluran cerna: akibat dari tukak peptik, pemakaian salisilat atau NSAID, kanker lambung, divertikulosis, hemoroid, dan infeksi cacing tambang.
b.    Saluran genitalia (perempuan): menorrhagia.
c.    Saluran kemih: hematuria.
d.   Saluran nafas: hemoptisis.
2.             Faktor nutrisi, yaitu akibat kurangnya jumlah besi total dalam makanan (asupan yang kurang) atau kualitas besi (bioavailabilitas) besi yang rendah.
3.             Kebutuhan besi meningkat, seperti pada prematuritas, anak dalam masa pertumbuhan, dan kehamilan.
4.             Gangguan absorbsi besi, seperti pada gastrektomi dan kolitis kronik, atau dikonsumsi bersama kandungan fosfat (sayuran), tanin (teh dan kopi), polyphenol (coklat, teh, dan kopi), dan kalsium (susu dan produk susu).
Menurut Tarwoto, dkk (2010) penyebab anemia pada remaja putri adalah pada umumnya lebih banyak mengkonsumsi makanan nabati yang kandungan zat besinya sedikit dibandingkan dengan makanan hewani sehingga kebutuhan tubuh akan zat besi tidak terpenuhi, remaja putri biasanya ingin tampil langsing sehingga membatasi asupan makanan, setiap hari manusia kehilangan zat besi 0,6 mg yang diekskresi khusunya melalui feses (tinja), dan remaja putri mengalami haid setiap bulan di mana kehilangan zat besi ±1,3 mg per hari sehingga kebutuhan zat besi lebih banyak dari pada pria.
Gejala umum anemia disebut juga sebagai sindrom anemia (anemic syndrome) dijumpai pada anemia defisiensi besi apabila kadar hemoglobin kurang dari 7-8 g/dl. Gejala ini berupa badan lemah, lesu, cepat lelah, mata berkunang-kunang, serta telinga mendenging. Pada pemeriksaan fisik dijumpai pasien yang pucat, terutama pada konjungtiva dan jaringan di bawah kuku (Bakta, 2006).
Dampak anemia pada remaja terutama remaja putri antara lain menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar (menurunkan produktivitas), mengganggu pertumbuhan sehingga tinggi badan tidak mencapai optimal, menurunkan kemampuan fisik, mengakibatkan muka pucat, dan menurunkan daya tahan tubuh (mudah sakit) (Anie Kurniawan, dkk 1998).
Mencegah penyakit sejak dini dapat menurunkan risiko komplikasi di masa akan datang. Begitu pun dengan anemia, bila dicegah sejak dini akan mudah disembuhkan. Berikut ini sejumlah pencegahan penyakit anemia:
1.    Perbanyak makanan yang mengandung zat besi, vitamin B12, vitamin C, dan asam folat. Zat tersebut banyak terdapat pada daging, kacang, sayuran berwarna hijau, jeruk, pisang, sereal, susu, melon dan buah beri
2.    Memperbanyak makanan yang mengandung vitamin C untuk meningkatkan penyerapanan zat besi. Seperti buah buahan dan sayur sayuran.
3.    Hindari minum kopi, teh, atau coklat hitam sehabis makan karena dapat mengganggu proses penyerapan zat besi dalam tubuh.
4.    Konsumsi suplemen. Pilih suplemen yang mengandung zat besi dan vitamin lengkap lainnya sebagai penunjang pembentukan sel darah merah. Namun jangan bergantung pada suplemen. Kandungan zat dalam suplemen biasanya lebih besar dari yang dibutuhkan tubuh sehingga menyebabkan kerja ginjal bertambah berat. Maka jika gejala anemia sudah hilang, lakukan pola hidup yang baik agar kesehatan ibu dan anak terjaga dan anemia tidak kambuh lagi.

PRINSIP GIZI SEIMBANG (Penanggungjawab: Sabila, Esty – Pemateri: Jamil, Repa)
A. Empat Pilar Gizi Seimbang
Empat Pilar tersebut adalah:
1.    Mengonsumsi makanan beragam
Yang dimaksudkan beranekaragam dalam prinsip ini selain keanekaragaman jenis pangan juga termasuk proporsi makanan yang seimbang, dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan dilakukan secara teratur.  Contohnya, saat ini dianjurkan mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan dibandingkan dengan anjuran sebelumnya. Demikian pula jumlah makanan yang mengandung gula, garam dan lemak yang dapat meningkatkan resiko beberapa PTM, dianjurkan untuk dikurangi. Akhir-akhir ini minum air dalam jumlah yang cukup telah dimasukkan dalam komponen gizi seimbang oleh karena pentingnya air dalam proses metabolisme dan dalam pencegahan dehidrasi.
  1. Membiasakan perilaku hidup bersih
Dengan membiasakan perilaku hidup bersih akan menghindarkan seseorang dari keterpaparan terhadap sumber infeksi. Contoh: 1) selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir sebelum makan, sebelum memberikan ASI, sebelum menyiapkan makanan dan minuman, dan setelah buang air besar dan kecil, akan menghindarkan terkontaminasinya tangan dan makanan dari kuman penyakit antara lain kuman penyakit typus dan disentri; 2) menutup makanan yang disajikan akan menghindarkan makanan dihinggapi lalat dan binatang lainnya serta debu yang membawa berbagai kuman penyakit; 3) selalu menutup mulut dan hidung bila bersin, agar tidak menyebarkan kuman penyakit; dan 4) selalu menggunakan alas kaki agar terhindar dari penyakit kecacingan.
  1. Melakukan aktivitas fisik
Aktivitas fisik yang meliputi segala macam kegiatan tubuh termasuk olahraga merupakan salahsatu upaya untuk menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukan zat gizi utamanyasumber energi dalam tubuh.
  1. Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) normal
Berat Badan yang normal, yaitu Berat Badan yang sesuai untuk Tinggi Badannya. Indikator tersebut dikenal dengan Indeks Masa Tubuh (IMT).

PESAN GIZI SEIMBANG
  1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan
Selain memperhatikan keanekaragaman makanan dan minuman juga perlu memperhatikan dari segi keamanannya yang berarti makanan dan minuman itu harus bebas dari kuman penyakit atau bahan berbahaya. Cara menerapkan pesan ini adalah dengan mengonsumsi lima kelompok pangan setiap hari atau setiap kali makan. Kelima kelompok pangan tersebut adalah makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, buah-buahan dan minuman. Mengonsumsi lebih dari satu jenis untuk setiap kelompok makanan (makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan) setiap kali makan akan lebih baik. Setiap orang diharapkan selalu bersyukur dan menikmati makanan yang dikonsumsinya. Bersyukur dapat diwujudkan berupa berdoa sebelum makan. Dengan bersyukur,dan menikmati makan anekaragam makanan akan mendukung terwujudnya,cara makan yang baik – tidak tergesa-gesa. Dengan demikian makanan dapat dikunyah, dicerna dan diserap oleh tubuh lebih baik.
  1. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan
Sebagian vitamin, mineral yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan berperan sebagai antioksidan atau penangkal senyawa jahat dalam tubuh. Rajin konsumsi buah dan sayur maka akan menurunkan risiko sulit buang air besar. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup turut berperan dalam pencegahan penyakit tidak menular kronik. Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup merupakan salah satu indikator sederhana gizi seimbang.
  1. Biasakan konsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi
Makanan berprotein bukan hanya sebatas pada hewani saja, namun juga pada nabati. Kelompok pangan lauk pauk sumber protein hewani meliputi daging ruminansia (daging sapi, daging kambing, dll), daging unggas (daging ayam, daging bebek dll), ikan termasuk seafood, telur dan susu serta hasil olahnya. Kelompok Pangan lauk pauk sumber protein nabati meliputi kacang-kacangan dan hasil olahnya seperti kedele, tahu, tempe, kacang hijau, kacang tanah, kacang merah, kacang hitam, kacang tolo dan lain-lain.
  1. Biasakan konsumsi aneka ragam makanan pokok
Makanan pokok adalah pangan mengandung karbohidrat yang sering dikonsumsi atau telah menjadi bagian dari budaya makan berbagai etnik di Indonesia sejak lama.Contoh pangan karbohidrat adalah beras, jagung, singkong, ubi, talas, garut, sorgum, jewawut, sagu dan produk olahannya. Indonesia kaya akan beragam pangan sumber karbohidrat tersebut.
  1. Batasi konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak
Konsumsi gula 50 g (4 sendok makan), natrium 2000 mg (1 sendok teh) dan lemak/minyak dari 67 g (5 sendok makan) per orang. Gula yang dikonsumsi melampaui kebutuhan akan berdampak pada peningkatan berat badan, bahkan jika dilakukan dalam jangka waktu lama secara langsung akan meningkatkan kadar gula darah dan berdampak pada terjadinya diabetes type-2, bahkan secara tidak langsung berkontribusi pada penyakit seperti osteoporosis, penyakit jantung dan kanker.
Beberapa cara membatasi konsumsi gula:
a.    Kurangi secara perlahan penggunaan gula, baik pada minuman teh/kopi maupun saat membubuhkan pada masakan. Jika meningkatkan rasa pada minuman, tambahkan jeruk nipis pada minuman tehdan atau madu, bukan menambahkan gula.
b.    Batasi minuman bersoda.
c.    Ganti makanan penutup/dessert yang manis dengan buah atau sayursayuran.
d.   Kurangi atau batasi mengkonsumsi es krim.
e.    Selalu membaca informasi kandungan guladan kandungan total kalori (glucosa, sucrosa, fruktosa, dextrosa, galaktosa, maltosa) dan garam (natrium) jika berbelanja makanan dalam kemasan.
f.     Kurangi konsumsi coklat yang mengandung gula.
Dianjurkan mengonsumsi garam sekedarnya dengan cara menyajikan makanan rendah natrium:
a.    Gunakan garam beriodium untuk konsumsi.
b.    Jika membeli pangan kemasan dalam kaleng, seperti sayuran, kacangkacangan atau ikan, baca label informasi nilai gizi dan pilih yang rendah natrium.
c.    Jika tidak tersedia pangan kemasan dalam kaleng yang rendah natrium, pangan dalam kemasan tersebut perlu dicuci terlebih dahulu agar sebagian garam dapat terbuang
d.   Gunakan mentega atau margarine tanpa garam (unsalted)
e.    Jika mengonsumsi mi instan gunakan sebagian saja bumbu dalam sachet bumbu yang tersedia dalam kemasan mi instan
f.     Coba bumbu yang berbeda untuk meningkatkan rasa makanan, seperti jahe atau bawang putih.
Konsumsi lemak dan minyak dalam hidangan sehari-hari dianjurkan tidak lebih dari 25% kebutuhan energi, jika mengonsumsi lemak secara berlebihan akan mengakibatkan berkurangnya konsumsi makanan lain. Hal ini disebabkan karena lemak berada didalam sistem pencernaan relatif lebih lama dibandingkan dengan protein dan karbohidrat, sehingga lemak menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama.
6.      Biasakan Sarapan
Sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara bangun pagi sampai jam 9 untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian 19 (15-30% kebutuhan gizi) dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Dengan tidak sarapan akan berdampak buruk terhadap proses belajar di sekolah bagi anak sekolah, menurunkan aktifitas fisik, menyebabkan kegemukan pada remaja, orang dewasa, dan meningkatkan risiko jajan yang tidak sehat. Sebaliknya, sarapan membekali tubuh dengan zat gizi yang diperlukan untuk berpikir, bekerja, dan melakukan aktivitas fisik secara optimal setelah bangun pagi. Bagi anak sekolah, sarapan yang cukup terbukti dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan stamina. Bagi remaja dan orang dewasa sarapan yang cukup terbukti dapat mencegah kegemukan. Membiasakan sarapan juga berarti membiasakan disiplin bangun pagi dan beraktifitas pagi dan tercegah dari makan berlebihan dikala makan kudapan atau makan siang. Karena itu sarapan merupakan salah satu perilaku penting dalam mewujudkan gizi seimbang. Pekan Sarapan nasional (PESAN) yang diperingati setiap tanggal 14-20 Februari diharapkan dapat dijadikan sebagai momentum berkala setiap tahun untuk selalu mengingatkan dan mendorong masyarakat agar melakukan sarapan yang sehat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Gizi Seimbang. Sarapan yang baik terdiri dari pangan karbohidrat, pangan lauk-pauk, sayuran atau buah-buahan dan minuman.
7.      Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
Air merupakan salah satu zat gizi makro esensial, yang berarti bahwa air dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak untuk hidup sehat, dan tubuh tidak dapat memproduksi air untuk memenuhi kebutuhan ini. Sekitar duapertiga dari berat tubuh kita adalah air. Air diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal sehingga keseimbangan air perlu dipertahankan dengan mengatur jumlah masukan air dan keluaran air yang seimbang. Persentase kadar air dalam tubuh anak lebih tinggi dibanding dalam tubuh orang dewasa. sehingga anak 20 memerlukan lebih banyak air untuk setiap kilogram berat badannya dibandingkan dewasa. Berbagai faktor dapat memengaruhi kebutuhan air seperti tahap pertumbuhan, laju metabolisme, aktivitas fisik, laju pernafasan, suhu tubuh dan lingkungan, kelembaban udara, jumlah dan jenis padatan yang dikeluarkan ginjal, dan pola konsumsi pangan.
Bagi tubuh, air berfungsi sebagai pengatur proses biokimia, pengatur suhu, pelarut, pembentuk atau komponen sel dan organ, media tranportasi zat gizi dan pembuangan sisa metabolisme, pelumas sendi dan bantalan organ. Proses biokimiawi dalam tubuh memerlukan air yang cukup. Gangguan terhadap keseimbangan air di dalam tubuh dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan atau penyakit, antara lain: sulit ke belakang (konstipasi), infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, gangguan ginjal akut dan obesitas. Sekitar 78% berat otak adalah air. Berbagai penelitian membuktikan bahwa kurang air tubuh pada anak sekolah menimbulkan rasa lelah (fatigue), menurunkan atensi atau konsentrasi belajar. Minum yang cukup atau hidrasi tidak hanya mengoptimalkan atensi atau konsentrasi belajar anak tetapi juga mengoptimalkan memori anak dalam belajar. Pemenuhan kebutuhan air tubuh dilakukan melalui konsumsi makanan dan minuman. Sebagian besar (dua-pertiga) air yg dibutuhkan tubuh dilakukan melalui minuman yaitu sekitar dua liter atau delapan gelas sehari bagi remaja dan dewasa yang melakukan kegiatan ringan pada kondisi temperatur harian di kantor/rumah tropis. Pekerja yang berkeringat, olahragawan, ibu hamil dan ibu menyusui memerlukan tambahan kebutuhan air selain dua liter kebutuhan dasar air. Air yang dibutuhkan tubuh selain jumlahnya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan juga harus aman yang berarti bebas dari kuman penyakit dan bahan-bahan berbahaya.
8.      Biasakan membaca label pada kemasan pangan
Label adalah keterangan tentang isi, jenis, komposisi zat gizi, tanggal kadaluarsa dan keterangan penting lain yang dicantumkan pada kemasan (Depkes, 1995). Semua keterangan yang rinci pada label makanan yang dikemas sangat membantu konsumen untuk mengetahui bahan-bahan yang terkandung dalam makanan tersebut. Selain itu dapat memperkirakan bahaya yang mungkin terjadi pada konsumen yang berisiko tinggi karena punya penyakit tertentu. Oleh karena itu dianjurkan untuk membaca label pangan yang dikemas terutama keterangan tentang informasi kandungan zat gizi dan tanggal kadaluarsa sebelum membeli atau mengonsumsi makanan tersebut.
9.      Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir
Tanggal 15 Oktober adalah Hari Cuci Tangan Sedunia Pakai Sabun yang dicanangkan oleh PBB sebagai salah satu cara menurunkan angka kematian anak usia di bawah lima tahun serta mencegah penyebaran penyakit. Penggunaan sabun khusus cuci tangan baik berbentuk batang maupun cair sangat disarankan untuk kebersihan tangan yang maksimal. Perilaku hidup bersih harus dilakukan atas dasar kesadaran oleh setiap anggota keluarga agar terhindar dari penyakit, karena 45% penyakit diare bisa dicegah dengan mencuci tangan. Kapan saja harus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, antara lain: 1) Sebelum dan sesudah memegang makanan 2) Sesudah buang air besar dan menceboki bayi/anak 3) Sebelum memberikan air susu ibu 4) Sesudah memegang binatang 5) Sesudah berkebun.
Manfaat melakukan 5 langkah mencuci tangan yaitu membersihkan dan membunuh kuman yang menempel secara cepat dan efektif karena semua bagian tangan akan dicuci menggunakan sabun. Cara Cuci Tangan 5 Langkah Pakai Sabun Yang Baik dan Benar 1) Basahi tangan seluruhnya dengan air bersih mengalir 2) Gosok sabun ke telapak, punggung tangan dan sela jari-jari 3) Bersihkan bagian bawah kuku-kuku 4) Bilas dengan air bersih mengalir 5) Keringkan tangan dengan handuk/tissu atau keringkan dengan udara/dianginkan. Pentingnya mencuci tangan secara baik dan benar memakai sabun adalah agar kebersihan terjaga secara keseluruhan serta mencegah kuman dan bakteri berpindah dari tangan ke makanan yang akan dikonsumsi dan juga agar tubuh tidak terkena kuman.
10.  Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal
Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga/energi dan pembakaran energi. Aktivitas fisik dikategorikan cukup apabila seseorang melakukan latihan fisik atau olah raga selama 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu. Beberapa aktivitas fisik yang dapat dilakukan antara lain aktivitas fisik sehari-hari seperti berjalan kaki, berkebun, menyapu, mencuci, mengepel, naik turun tangga dan lain-lain. Latihan fisik adalah semua bentuk aktivitas fisik yang dilakukan secara terstruktur dan terencana, dengan tujuan untuk meningkatkan kesegaran jasmani.
Beberapa aktivitas olah raga yang dapat dilakukan seperti sepak bola, bulutangkis, bola basket, tenis meja, voli, futsal dan lain-lain. Aktivitas fisik yang teratur akan meningkatkan kesempatan hidup sehat lebih panjang. Dasar sederhana adalah mempertahankan berat badan normal, seimbang kalori yang dimakan dan kalori yang digunakan (dibakar). Karena itu pola konsumsi makanan yang sehat disertai aktivitas fisik dalam lingkungan bebas polusi termasuk yang ada asap rokokakan membantu mengontrol berat badan, sehingga badan akan menjadi lebih sehat. Penelitian telah membuktikan peran aktivitas fisik pada berbagai kelompok pria dan perempuan, anak, remaja, dewasa, usia lanjut, orang dengan disabilities, dan ibu hamil dan ibu menyusui, pada berbagai dampak kesehatan, termasuk: 1) Kematian dini; 2) Penyakit tidak menular a.l. penyakit jantung koroner, stroke, kanker, diabetes type 2, osteoporosis dan depresi; 3) Faktor risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol darah tinggi; 4) Kebugaran fisik dan kekuatan otot; 5) Kapasitas fungsional (kemampuan melakukan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari); 6) Kesehatan mental seperti depresi dan fungsi kognitif; 7) Trauma atau serangan jantung mendadak.



 Evaluasi
PROGRAM ANAK USIA SEKOLAH & REMAJA



1.    Anemia adalah…
a.       Keadaan berkurangnya jumlah Hemoglobin (Hb).
b.      Keadaan berkurangnya tekanan darah.
c.       Keadaan berkurangnya kadar cairan dalam darah.
d.      Keadaan berkurangnya jumlah sel darah putih.

2.    Batasan kadar Hb untuk seorang remaja (12-14 tahun) dikatakan mengalami anemia adalah …
a.       11,5 g/dl
b.      12,0 g/dl
c.       12,5 g/dl
d.      13,0 g/dl

3.    Berikut ini yang bukan merupakan penyebab anemia adalah …
a.       Pendarahan akibat kecelakaan.
b.      Kecacingan.
c.       Kurang olahraga.
d.      Kurangnya konsumsi makanan yang bergizi seimbang.

4.    Akibat jika seorang remaja mengalami anemia adalah …
a.      Sulit berkonsentrasi
b.      Wajah tampak cerah
c.      Selera makan menurun
d.     Kulit menjadi putih dan cerah

5.    Anemia terjadi karena kurang asupan…
a.       Vitamin A
b.      Kalsium
c.       Zat besi
d.      Vitamin D




6.    Makanan yang baik untuk mencegah anemia:
a.         Daging
b.         Nasi
c.         Singkong
d.        Jagung

7.    Sumber makanan yang paling baik penyerapan zat besinya dalam tubuh:
a.         Protein nabati
b.        Protein hewani
c.         Sayur – sayuran
d.        Buah –buahan

8.    Yang termasuk bahan makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi:
a.         Kopi, teh, coklat
b.         Susu
c.         Es jeruk
d.        Sirup

9.    Zat gizi yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi:
a.         Vitamin A
b.         Vitamin D
c.         Vitamin E
d.        Vitamin C

10.    Upaya lain dalam mencegah terjadinya anemia:
a.    Mengkonsumsi tablet tambah darah
b.    Memperbanyak tidur
c.    Membatasi kegiatan
d.   Memperbanyak minum air putih

11.    Yang dibawah ini yang tidak termasuk ke dalam pesan gizi seimbang adalah. . .
a. Memantau berat badan
b. Banyak makan sayur dan buah
c. Berolahraga secara teratur
d. Menimbang makanan sebelum dimasak
12.    Makanan yang mengandung protein yang tinggi dibawah ini yang benar adalah. . .
a. Daging sapi
b. Pepaya
c. Wortel
d. Roti

13.    Makanan yang dibawah ini harus kita batasi dalam konsumsinya, kecuali makanan yang ….
a. Manis
b. Asin
c. Berlemak
d. Berprotein

14.    Sarapan yang baik adalah sekitar pukul…
a. 05.00
b. 05.30
c. 06.00
d. 07.00

15.    Berat badan normal adalah berat badan yang sesuai dengan . . .
a. Jenis kelamin
b. Tinggi badan
c. Umur
d. Aktifitas

16.    Yang termasuk manfaat sarapan pagi, kecuali?
a.         Memenuhi kebutuhan gizi
b.        Meningkatkan prestasi belajar
c.         Agar merasa kenyang
d.        Menghindari kegemukan


17.    Dalam langkah mencuci tangan bagian tangan manakah yang pertama kali dicuci?
a.         Telapak dengan telapak
b.        Sela-sela jari
c.         Punggung tangan
d.        Pergelangan tangan

18.    Ciri-ciri kekurangan cairan?
a.         Urine berwana jernih
b.        Sering buang air
c.         Kulit lembab
d.        Kelelahan

19.    Cara membaca label kemasan pangan yang tepat?
a.         Perhatikan daftar komposisi makanan
b.        Periksa informasi nilai gizi
c.         Bandingkan label informasi nilai gizi antara dua produk pangan
d.        Semua benar

20.    Apa perbedaan olahraga dan aktivitas fisik?
a.         Aktivitas fisik merupakan gerakan yang membutuhkan otot sedangkan olahraga tidak
b.        Aktivitas fisik merupakan gerakan yang tidak membutuhkan otot sedangkan olahraga membutuhkan otot
c.         Olahraga merupakan bentuk khusus dari aktivitas fisik
d.        Aktivitas fisik merupakan bentuk khusus dari olahraga



 Dokumentasi Kegiatan : 















































































Komentar

Postingan populer dari blog ini

1. KUNJUNGAN POSYANDU BOUGENVILLE DESA BABAKAN

4. TURLAP BALITA DAN IBU HAMIL BAGIAN 1 DESA BABAKAN