3. Turlap Remaja Bagian 1 (Anemia & Pedoman Gizi Seimbang)
Sabtu, 25 Maret 2017
Acara : Turlap Remaja (Edukasi Gizi Anemia dan Pedoman Gizi Seimbang).
Tempat : SMPN 1 Dramaga, Babakan Kabupaten Bogor
Pelaksana : Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Gizi (Peminatan Gizi Masyarakat 2016).
Penanggung Jawab Kegiatan Kelompok Remaja :
1. Ernis
2. Netta
3. Esty
4. Sabila
Dosen :
1. Dr.Ir.Lilik Kustiyah,MS,
2. Prof.Dr.Ir.Siti Madanijah,MS,
3. Prof.Dr.drh.Clara M Kusharto,M.Sc.
Materi Kegiatan Yang Disampaikan :
RUNDOWN
ACARA
PROGRAM
ANAK USIA SEKOLAH & REMAJA
Nama Program : Edukasi
Terkait Anemia dan Pola Hidup Sehat
Lokasi Pelaksanaan : SMP
1 Dramaga, Kec. Dramaga, Kab. Bogor, Jawa Barat
Durasi Pelaksanaan Program : 3 kali pertemuan|
Waktu
|
Kegiatan
|
Penanggung Jawab
|
|
Sabtu,
25-03-2017
|
||
|
07.00-08.00
|
Persiapan ruang kelas, LCD, sound system, media edukasi, absensi,
dan konsumsi
|
Huri, Inna, Sabila
|
|
08.00-08.15
|
Pembukaan acara dan doa
|
MC : Diajeng
|
|
08.15-08.45
|
Penimbangan dan pembagian kartu pantau
berat badan
|
Esty, Nurhayati
|
|
08.45-09.00
|
Penjelasan mekanisme kegiatan dan
pembagian kelompok
|
MC : Diajeng
|
|
09.00-09.15
|
Pretest
|
Diajeng
|
|
09.15-09.45
|
Penyampaian materi
|
Netta, Ernis, Jamil, Repa
|
|
09.45-10.15
|
Jigsaw
method
|
Netta, Ernis, Jamil, Repa
|
|
10.15-10.30
|
Postest
|
Diajeng
|
|
10.30-10.45
|
Pemutaran video dan sesi tanya jawab
|
Netta, Ernis
|
|
10.45-11.00
|
Penjelasan kartu pantau dan lomba
poster
|
Netta, Ernis
|
|
11.00-11.15
|
Penutupan
|
MC : Diajeng
|
|
|
||
|
Sabtu,
08-04-2017
|
||
|
08.00-10.00
|
Penilaian lomba poster
|
Sabila, Netta
|
|
08.00-10.00
|
Monitoring dan evaluasi kegiatan
pemantauan berat badan minggu 1-3
|
Ernis, Esty
|
|
|
||
|
Sabtu,
29-04-2017
|
||
|
08.00-10.00
|
Monitoring dan evaluasi kegiatan
pemantauan berat badan minggu 4-6
|
Netta, Esty, Sabila, Ernis
|
|
10.00-11.00
|
Penutupan rangkaian acara
|
Netta, Esty, Sabila, Ernis
|
MATERI
EDUKASI
PROGRAM
ANAK USIA SEKOLAH & REMAJA
Nama Program : Edukasi
Terkait Anemia dan Pola Hidup Sehat
Lokasi Pelaksanaan : SMP
1 Dramaga, Kec. Dramaga, Kab. Bogor, Jawa Barat
Durasi Pelaksanaan Program
: 1
kali pertemuan
ANEMIA (Penanggungjawab
dan Pemateri :Netta, Ernis)
Anemia adalah keadaan berkurangnya
jumlah eritrosit atau hemoglobin (protein pembawa O2) dari nilai
normal dalam darah sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa O2
dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer sehingga pengiriman O2
ke jaringan menurun. Anemia defisiensi
besi timbul akibat berkurangnya penyediaan besi untuk eritropoesis, karena
cadangan besi kosong (depleted iron store) yang pada akhirnya mengakibatkan
pembentukan hemoglobin berkurang (Bakta, 2006). Berikut ini adalah cut off anemia berdasarkan kadar Hb
menurut WHO (2011):
|
Kelompok umur dan jenis kelamin
|
Kadar Hb (g/dl)
|
|
Balita
(6 – 59 bulan)
|
11,0
|
|
Anak
(5 – 11 tahun)
|
11,5
|
|
Anak
(12 – 14 tahun)
|
12,0
|
|
Wanita
>15 tahun
|
12,0
|
|
Wanita
hamil
|
11,0
|
|
Pria
>15 tahun
|
13,0
|
Menurut Bakta (2006) anemia defisiensi
besi dapat disebabkan oleh karena rendahnya asupan besi, gangguan absorbsi,
serta kehilangan besi akibat perdarahan menahun.
1.
Kehilangan besi sebagai akibat perdarahan menahun dapat berasal
dari:
a. Saluran
cerna: akibat dari tukak peptik, pemakaian salisilat atau NSAID, kanker
lambung, divertikulosis, hemoroid, dan infeksi cacing tambang.
b. Saluran
genitalia (perempuan): menorrhagia.
c. Saluran
kemih: hematuria.
d. Saluran
nafas: hemoptisis.
2.
Faktor nutrisi, yaitu akibat kurangnya
jumlah besi total dalam makanan (asupan
yang kurang) atau kualitas besi (bioavailabilitas)
besi yang rendah.
3.
Kebutuhan
besi meningkat, seperti pada prematuritas, anak dalam
masa pertumbuhan, dan kehamilan.
4.
Gangguan
absorbsi besi, seperti pada gastrektomi dan kolitis kronik,
atau dikonsumsi bersama kandungan fosfat (sayuran), tanin (teh dan kopi), polyphenol
(coklat, teh, dan kopi), dan kalsium (susu dan produk susu).
Menurut Tarwoto, dkk (2010) penyebab anemia pada remaja putri
adalah pada umumnya lebih banyak
mengkonsumsi makanan nabati yang kandungan zat besinya sedikit dibandingkan
dengan makanan hewani sehingga kebutuhan tubuh akan zat besi tidak terpenuhi, remaja
putri biasanya ingin tampil langsing
sehingga membatasi asupan makanan, setiap hari manusia kehilangan zat besi 0,6
mg yang diekskresi khusunya melalui
feses (tinja), dan remaja putri mengalami haid setiap bulan di mana kehilangan
zat besi ±1,3 mg per hari sehingga kebutuhan zat besi lebih banyak dari pada
pria.
Gejala
umum
anemia disebut juga sebagai sindrom anemia (anemic syndrome) dijumpai
pada anemia defisiensi besi apabila kadar hemoglobin kurang dari 7-8 g/dl. Gejala
ini berupa badan lemah, lesu, cepat
lelah, mata berkunang-kunang, serta telinga mendenging. Pada pemeriksaan
fisik dijumpai pasien yang pucat, terutama pada konjungtiva dan jaringan di
bawah kuku (Bakta, 2006).
Dampak
anemia pada remaja terutama remaja putri antara lain
menurunkan kemampuan dan konsentrasi belajar (menurunkan produktivitas),
mengganggu pertumbuhan sehingga tinggi badan tidak mencapai optimal, menurunkan
kemampuan fisik, mengakibatkan muka pucat, dan menurunkan daya tahan tubuh (mudah
sakit) (Anie Kurniawan, dkk 1998).
Mencegah
penyakit sejak dini dapat menurunkan risiko komplikasi di masa akan datang.
Begitu pun dengan anemia, bila dicegah sejak dini akan mudah disembuhkan.
Berikut ini sejumlah pencegahan penyakit anemia:
1. Perbanyak
makanan yang mengandung zat besi, vitamin B12, vitamin C, dan asam folat. Zat
tersebut banyak terdapat pada daging, kacang, sayuran berwarna hijau, jeruk,
pisang, sereal, susu, melon dan buah beri
2. Memperbanyak
makanan yang mengandung vitamin C untuk meningkatkan penyerapanan zat besi.
Seperti buah buahan dan sayur sayuran.
3. Hindari
minum kopi, teh, atau coklat hitam sehabis makan karena dapat mengganggu proses
penyerapan zat besi dalam tubuh.
4. Konsumsi
suplemen. Pilih suplemen yang mengandung zat besi dan vitamin lengkap lainnya
sebagai penunjang pembentukan sel darah merah. Namun jangan bergantung pada
suplemen. Kandungan zat dalam suplemen biasanya lebih besar dari yang
dibutuhkan tubuh sehingga menyebabkan kerja ginjal bertambah berat. Maka jika
gejala anemia sudah hilang, lakukan pola hidup yang baik agar kesehatan ibu dan
anak terjaga dan anemia tidak kambuh lagi.
PRINSIP
GIZI SEIMBANG (Penanggungjawab:
Sabila, Esty – Pemateri: Jamil, Repa)
A. Empat Pilar
Gizi Seimbang
Empat Pilar tersebut adalah:
1. Mengonsumsi makanan beragam
Yang dimaksudkan beranekaragam dalam prinsip
ini selain keanekaragaman jenis pangan juga termasuk proporsi makanan yang
seimbang, dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan dilakukan secara
teratur. Contohnya, saat ini dianjurkan
mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan dibandingkan dengan anjuran
sebelumnya. Demikian pula jumlah makanan yang mengandung gula, garam dan lemak
yang dapat meningkatkan resiko beberapa PTM, dianjurkan untuk dikurangi.
Akhir-akhir ini minum air dalam jumlah yang cukup telah dimasukkan dalam
komponen gizi seimbang oleh karena pentingnya air dalam proses metabolisme dan
dalam pencegahan dehidrasi.
- Membiasakan perilaku hidup bersih
Dengan membiasakan perilaku hidup bersih akan
menghindarkan seseorang dari keterpaparan terhadap sumber infeksi. Contoh: 1)
selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir sebelum makan,
sebelum memberikan ASI, sebelum menyiapkan makanan dan minuman, dan setelah
buang air besar dan kecil, akan menghindarkan terkontaminasinya tangan dan
makanan dari kuman penyakit antara lain kuman penyakit typus dan disentri; 2)
menutup makanan yang disajikan akan menghindarkan makanan dihinggapi lalat dan
binatang lainnya serta debu yang membawa berbagai kuman penyakit; 3) selalu
menutup mulut dan hidung bila bersin, agar tidak menyebarkan kuman penyakit;
dan 4) selalu menggunakan alas kaki agar terhindar dari penyakit kecacingan.
- Melakukan aktivitas fisik
Aktivitas fisik yang meliputi segala macam
kegiatan tubuh termasuk olahraga merupakan salahsatu upaya untuk menyeimbangkan
antara pengeluaran dan pemasukan zat gizi utamanyasumber energi dalam tubuh.
- Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) normal
Berat Badan yang normal, yaitu Berat Badan
yang sesuai untuk Tinggi Badannya. Indikator tersebut dikenal dengan Indeks
Masa Tubuh (IMT).
PESAN GIZI SEIMBANG
- Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan
Selain memperhatikan keanekaragaman makanan
dan minuman juga perlu memperhatikan dari segi keamanannya yang berarti makanan
dan minuman itu harus bebas dari kuman penyakit atau bahan berbahaya. Cara
menerapkan pesan ini adalah dengan mengonsumsi lima kelompok pangan setiap hari
atau setiap kali makan. Kelima kelompok pangan tersebut adalah makanan pokok,
lauk-pauk, sayuran, buah-buahan dan minuman. Mengonsumsi lebih dari satu jenis
untuk setiap kelompok makanan (makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan
buah-buahan) setiap kali makan akan lebih baik. Setiap orang diharapkan selalu
bersyukur dan menikmati makanan yang dikonsumsinya. Bersyukur dapat diwujudkan
berupa berdoa sebelum makan. Dengan bersyukur,dan menikmati makan anekaragam
makanan akan mendukung terwujudnya,cara makan yang baik – tidak tergesa-gesa.
Dengan demikian makanan dapat dikunyah, dicerna dan diserap oleh tubuh lebih baik.
- Banyak makan sayuran dan cukup
buah-buahan
Sebagian vitamin, mineral yang terkandung
dalam sayuran dan buah-buahan berperan sebagai antioksidan atau penangkal
senyawa jahat dalam tubuh. Rajin konsumsi buah dan sayur maka akan menurunkan
risiko sulit buang air besar. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi sayuran dan
buah-buahan yang cukup turut berperan dalam pencegahan penyakit tidak menular
kronik. Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup merupakan salah satu
indikator sederhana gizi seimbang.
- Biasakan konsumsi lauk pauk yang
mengandung protein tinggi
Makanan berprotein bukan hanya sebatas pada
hewani saja, namun juga pada nabati. Kelompok pangan lauk pauk sumber protein
hewani meliputi daging ruminansia (daging sapi, daging kambing, dll), daging
unggas (daging ayam, daging bebek dll), ikan termasuk seafood, telur dan susu
serta hasil olahnya. Kelompok Pangan lauk pauk sumber protein nabati meliputi
kacang-kacangan dan hasil olahnya seperti kedele, tahu, tempe, kacang hijau,
kacang tanah, kacang merah, kacang hitam, kacang tolo dan lain-lain.
- Biasakan konsumsi aneka ragam makanan
pokok
Makanan pokok adalah pangan mengandung
karbohidrat yang sering dikonsumsi atau telah menjadi bagian dari budaya makan
berbagai etnik di Indonesia sejak lama.Contoh pangan karbohidrat adalah beras,
jagung, singkong, ubi, talas, garut, sorgum, jewawut, sagu dan produk
olahannya. Indonesia kaya akan beragam pangan sumber karbohidrat tersebut.
- Batasi konsumsi makanan manis, asin, dan
berlemak
Konsumsi gula 50 g (4 sendok makan), natrium
2000 mg (1 sendok teh) dan lemak/minyak dari 67 g (5 sendok makan) per orang.
Gula yang dikonsumsi melampaui kebutuhan akan
berdampak pada peningkatan berat badan, bahkan jika dilakukan dalam jangka
waktu lama secara langsung akan meningkatkan kadar gula darah dan berdampak
pada terjadinya diabetes type-2, bahkan secara tidak langsung berkontribusi
pada penyakit seperti osteoporosis, penyakit jantung dan kanker.
Beberapa
cara membatasi konsumsi gula:
a.
Kurangi
secara perlahan penggunaan gula, baik pada minuman teh/kopi maupun saat
membubuhkan pada masakan. Jika meningkatkan rasa pada minuman, tambahkan jeruk
nipis pada minuman tehdan atau madu, bukan menambahkan gula.
b.
Batasi
minuman bersoda.
c.
Ganti
makanan penutup/dessert yang manis dengan buah atau sayursayuran.
d.
Kurangi
atau batasi mengkonsumsi es krim.
e.
Selalu
membaca informasi kandungan guladan kandungan total kalori (glucosa, sucrosa,
fruktosa, dextrosa, galaktosa, maltosa) dan garam (natrium) jika berbelanja
makanan dalam kemasan.
f.
Kurangi
konsumsi coklat yang mengandung gula.
Dianjurkan mengonsumsi garam sekedarnya dengan
cara menyajikan makanan rendah natrium:
a.
Gunakan
garam beriodium untuk konsumsi.
b.
Jika
membeli pangan kemasan dalam kaleng, seperti sayuran, kacangkacangan atau ikan,
baca label informasi nilai gizi dan pilih yang rendah natrium.
c.
Jika
tidak tersedia pangan kemasan dalam kaleng yang rendah natrium, pangan dalam
kemasan tersebut perlu dicuci terlebih dahulu agar sebagian garam dapat
terbuang
d.
Gunakan
mentega atau margarine tanpa garam (unsalted)
e.
Jika
mengonsumsi mi instan gunakan sebagian saja bumbu dalam sachet bumbu yang
tersedia dalam kemasan mi instan
f.
Coba
bumbu yang berbeda untuk meningkatkan rasa makanan, seperti jahe atau bawang
putih.
Konsumsi lemak dan minyak dalam hidangan
sehari-hari dianjurkan tidak lebih dari 25% kebutuhan energi, jika mengonsumsi
lemak secara berlebihan akan mengakibatkan berkurangnya konsumsi makanan lain.
Hal ini disebabkan karena lemak berada didalam sistem pencernaan relatif lebih
lama dibandingkan dengan protein dan karbohidrat, sehingga lemak menimbulkan rasa
kenyang yang lebih lama.
6. Biasakan
Sarapan
Sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan
antara bangun pagi sampai jam 9 untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian
19 (15-30% kebutuhan gizi) dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif, dan
produktif. Dengan tidak sarapan akan
berdampak buruk terhadap proses belajar di sekolah bagi anak
sekolah, menurunkan aktifitas fisik,
menyebabkan kegemukan pada remaja,
orang dewasa, dan meningkatkan risiko
jajan yang tidak sehat. Sebaliknya, sarapan membekali tubuh dengan zat gizi
yang diperlukan untuk berpikir, bekerja, dan melakukan aktivitas fisik secara
optimal setelah bangun pagi. Bagi anak sekolah, sarapan yang cukup terbukti dapat
meningkatkan konsentrasi belajar dan stamina. Bagi remaja dan orang dewasa
sarapan yang cukup terbukti dapat mencegah kegemukan. Membiasakan sarapan juga
berarti membiasakan disiplin bangun
pagi dan beraktifitas pagi dan tercegah dari makan berlebihan dikala
makan kudapan atau makan siang. Karena itu sarapan merupakan salah satu
perilaku penting dalam mewujudkan gizi seimbang.
Pekan Sarapan nasional (PESAN) yang diperingati setiap
tanggal 14-20 Februari diharapkan dapat dijadikan sebagai momentum berkala
setiap tahun untuk selalu mengingatkan dan mendorong masyarakat agar melakukan
sarapan yang sehat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Gizi Seimbang. Sarapan yang baik terdiri dari pangan
karbohidrat, pangan lauk-pauk, sayuran atau buah-buahan dan minuman.
7. Biasakan
minum air putih yang cukup dan aman
Air merupakan salah satu zat gizi makro esensial, yang
berarti bahwa air dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak untuk hidup sehat,
dan tubuh tidak dapat memproduksi air untuk memenuhi kebutuhan ini. Sekitar
duapertiga dari berat tubuh kita adalah air. Air diperlukan untuk pertumbuhan
dan perkembangan yang optimal sehingga keseimbangan air perlu dipertahankan
dengan mengatur jumlah masukan air dan keluaran air
yang seimbang. Persentase kadar air dalam tubuh anak
lebih tinggi dibanding dalam tubuh orang dewasa. sehingga anak 20 memerlukan
lebih banyak air untuk setiap kilogram berat badannya dibandingkan dewasa.
Berbagai faktor dapat memengaruhi kebutuhan air seperti tahap pertumbuhan, laju
metabolisme, aktivitas fisik, laju pernafasan, suhu tubuh dan lingkungan,
kelembaban udara, jumlah dan jenis padatan yang dikeluarkan ginjal, dan pola
konsumsi pangan.
Bagi tubuh, air
berfungsi sebagai pengatur proses biokimia, pengatur suhu, pelarut, pembentuk
atau komponen sel dan organ, media tranportasi zat gizi dan pembuangan sisa
metabolisme, pelumas sendi dan bantalan organ. Proses biokimiawi dalam
tubuh memerlukan air yang cukup. Gangguan
terhadap keseimbangan air di dalam tubuh dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan atau penyakit, antara lain: sulit
ke belakang (konstipasi), infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, gangguan
ginjal akut dan obesitas. Sekitar 78% berat otak adalah air. Berbagai
penelitian membuktikan bahwa kurang air
tubuh pada anak sekolah menimbulkan rasa lelah (fatigue), menurunkan atensi
atau konsentrasi belajar.
Minum yang cukup atau hidrasi
tidak hanya mengoptimalkan atensi atau konsentrasi belajar anak tetapi juga mengoptimalkan memori anak dalam
belajar. Pemenuhan kebutuhan air tubuh dilakukan melalui konsumsi makanan dan
minuman. Sebagian besar (dua-pertiga)
air yg dibutuhkan tubuh dilakukan melalui minuman yaitu sekitar dua liter atau
delapan gelas sehari bagi remaja dan dewasa yang melakukan kegiatan ringan pada kondisi temperatur harian di
kantor/rumah tropis. Pekerja yang berkeringat,
olahragawan, ibu hamil dan ibu menyusui memerlukan tambahan kebutuhan air selain dua liter kebutuhan dasar air. Air
yang dibutuhkan tubuh selain jumlahnya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan juga
harus aman yang berarti bebas dari kuman penyakit dan bahan-bahan
berbahaya.
8. Biasakan
membaca label pada kemasan pangan
Label adalah keterangan
tentang isi, jenis, komposisi zat gizi,
tanggal kadaluarsa dan keterangan
penting lain yang dicantumkan pada kemasan (Depkes, 1995). Semua keterangan
yang rinci pada label makanan yang dikemas sangat membantu konsumen untuk
mengetahui bahan-bahan yang terkandung dalam makanan tersebut. Selain itu dapat
memperkirakan bahaya yang mungkin
terjadi pada konsumen yang berisiko
tinggi karena punya penyakit tertentu. Oleh karena itu dianjurkan untuk
membaca label pangan yang dikemas terutama keterangan tentang informasi kandungan zat gizi dan tanggal
kadaluarsa sebelum membeli atau mengonsumsi makanan tersebut.
9. Cuci
tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir
Tanggal 15 Oktober adalah Hari Cuci Tangan Sedunia Pakai
Sabun yang dicanangkan oleh PBB sebagai salah satu cara menurunkan angka
kematian anak usia di bawah lima tahun serta mencegah penyebaran penyakit.
Penggunaan sabun khusus cuci tangan baik berbentuk batang maupun cair sangat
disarankan untuk kebersihan tangan yang maksimal. Perilaku hidup bersih harus
dilakukan atas dasar kesadaran oleh setiap anggota keluarga agar terhindar dari
penyakit, karena 45% penyakit diare bisa
dicegah dengan mencuci tangan. Kapan saja harus mencuci tangan dengan
air bersih dan sabun, antara lain: 1)
Sebelum dan sesudah memegang makanan 2) Sesudah buang air besar dan menceboki
bayi/anak 3) Sebelum memberikan air susu ibu 4) Sesudah memegang binatang 5)
Sesudah berkebun.
Manfaat melakukan 5 langkah mencuci tangan yaitu membersihkan dan membunuh kuman yang
menempel secara cepat dan efektif karena semua bagian tangan akan dicuci
menggunakan sabun. Cara Cuci Tangan
5 Langkah Pakai Sabun Yang Baik dan Benar 1)
Basahi tangan seluruhnya dengan air bersih mengalir 2) Gosok sabun ke telapak,
punggung tangan dan sela jari-jari 3) Bersihkan bagian bawah kuku-kuku 4) Bilas
dengan air bersih mengalir 5) Keringkan tangan dengan handuk/tissu atau
keringkan dengan udara/dianginkan. Pentingnya mencuci tangan secara baik dan benar memakai
sabun adalah agar kebersihan terjaga secara keseluruhan serta mencegah kuman
dan bakteri berpindah dari tangan ke makanan yang akan dikonsumsi dan juga agar
tubuh tidak terkena kuman.
10. Lakukan
aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal
Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang
meningkatkan pengeluaran tenaga/energi dan pembakaran energi. Aktivitas fisik
dikategorikan cukup apabila
seseorang melakukan latihan fisik atau
olah raga selama 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu.
Beberapa aktivitas fisik yang dapat dilakukan antara lain aktivitas fisik
sehari-hari seperti berjalan kaki,
berkebun, menyapu, mencuci, mengepel, naik turun tangga dan lain-lain.
Latihan fisik adalah semua bentuk aktivitas fisik yang dilakukan secara
terstruktur dan terencana, dengan tujuan untuk meningkatkan kesegaran jasmani.
Beberapa aktivitas olah
raga yang dapat dilakukan seperti sepak bola, bulutangkis, bola basket,
tenis meja, voli, futsal dan lain-lain. Aktivitas fisik yang teratur akan
meningkatkan kesempatan hidup sehat lebih panjang. Dasar sederhana adalah mempertahankan berat badan normal,
seimbang kalori yang dimakan dan kalori yang digunakan (dibakar). Karena itu
pola konsumsi makanan yang sehat disertai aktivitas fisik dalam lingkungan
bebas polusi termasuk yang ada asap rokokakan membantu mengontrol berat badan,
sehingga badan akan menjadi lebih sehat. Penelitian telah membuktikan peran
aktivitas fisik pada berbagai kelompok pria dan perempuan, anak, remaja,
dewasa, usia lanjut, orang dengan disabilities, dan ibu hamil dan ibu menyusui,
pada berbagai dampak kesehatan,
termasuk: 1) Kematian dini; 2) Penyakit tidak menular a.l. penyakit jantung
koroner, stroke, kanker, diabetes type 2, osteoporosis dan depresi; 3) Faktor
risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol darah tinggi; 4)
Kebugaran fisik dan kekuatan otot; 5) Kapasitas fungsional (kemampuan melakukan
kegiatan dalam kehidupan sehari-hari); 6) Kesehatan mental seperti depresi dan
fungsi kognitif; 7) Trauma atau serangan jantung mendadak.
Evaluasi
PROGRAM
ANAK USIA SEKOLAH & REMAJA
1. Anemia
adalah…
a. Keadaan
berkurangnya jumlah Hemoglobin (Hb).
b. Keadaan
berkurangnya tekanan darah.
c. Keadaan
berkurangnya kadar cairan dalam darah.
d. Keadaan
berkurangnya jumlah sel darah putih.
2. Batasan
kadar Hb untuk seorang remaja (12-14 tahun) dikatakan mengalami anemia adalah …
a. 11,5
g/dl
b. 12,0
g/dl
c. 12,5
g/dl
d. 13,0
g/dl
3. Berikut
ini yang bukan merupakan penyebab
anemia adalah …
a. Pendarahan
akibat kecelakaan.
b. Kecacingan.
c. Kurang
olahraga.
d. Kurangnya
konsumsi makanan yang bergizi seimbang.
4. Akibat
jika seorang remaja mengalami anemia adalah …
a. Sulit
berkonsentrasi
b. Wajah
tampak cerah
c. Selera
makan menurun
d. Kulit
menjadi putih dan cerah
5. Anemia
terjadi karena kurang asupan…
a. Vitamin
A
b. Kalsium
c. Zat
besi
d. Vitamin
D
6. Makanan
yang baik untuk mencegah anemia:
a.
Daging
b.
Nasi
c.
Singkong
d.
Jagung
7. Sumber
makanan yang paling baik penyerapan zat besinya dalam tubuh:
a.
Protein nabati
b.
Protein hewani
c.
Sayur – sayuran
d.
Buah –buahan
8. Yang
termasuk bahan makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi:
a.
Kopi, teh, coklat
b.
Susu
c.
Es jeruk
d.
Sirup
9. Zat
gizi yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi:
a.
Vitamin A
b.
Vitamin D
c.
Vitamin E
d.
Vitamin C
10. Upaya
lain dalam mencegah terjadinya anemia:
a. Mengkonsumsi
tablet tambah darah
b. Memperbanyak
tidur
c. Membatasi
kegiatan
d. Memperbanyak
minum air putih
11.
Yang dibawah ini yang tidak termasuk ke
dalam pesan gizi seimbang adalah. . .
a.
Memantau berat badan
b.
Banyak makan sayur dan buah
c.
Berolahraga secara teratur
d.
Menimbang makanan sebelum dimasak
12.
Makanan yang mengandung protein yang
tinggi dibawah ini yang benar adalah. . .
a.
Daging sapi
b.
Pepaya
c.
Wortel
d.
Roti
13.
Makanan yang dibawah ini harus kita batasi
dalam konsumsinya, kecuali makanan yang ….
a.
Manis
b.
Asin
c.
Berlemak
d.
Berprotein
14.
Sarapan yang baik adalah sekitar pukul…
a.
05.00
b.
05.30
c.
06.00
d.
07.00
15.
Berat badan normal adalah berat badan
yang sesuai dengan . . .
a.
Jenis kelamin
b.
Tinggi badan
c.
Umur
d.
Aktifitas
16. Yang
termasuk manfaat sarapan pagi, kecuali?
a.
Memenuhi kebutuhan gizi
b.
Meningkatkan prestasi belajar
c.
Agar merasa kenyang
d.
Menghindari kegemukan
17. Dalam
langkah mencuci tangan bagian tangan manakah yang pertama kali dicuci?
a.
Telapak dengan telapak
b.
Sela-sela jari
c.
Punggung tangan
d.
Pergelangan tangan
18. Ciri-ciri
kekurangan cairan?
a.
Urine berwana jernih
b.
Sering buang air
c.
Kulit lembab
d.
Kelelahan
19. Cara
membaca label kemasan pangan yang tepat?
a.
Perhatikan daftar komposisi makanan
b.
Periksa informasi nilai gizi
c.
Bandingkan label informasi nilai gizi
antara dua produk pangan
d.
Semua benar
20. Apa
perbedaan olahraga dan aktivitas fisik?
a.
Aktivitas fisik merupakan gerakan yang
membutuhkan otot sedangkan olahraga tidak
b.
Aktivitas fisik merupakan gerakan yang
tidak membutuhkan otot sedangkan olahraga membutuhkan otot
c.
Olahraga merupakan bentuk khusus dari
aktivitas fisik
d.
Aktivitas fisik merupakan bentuk khusus
dari olahraga
Dokumentasi Kegiatan :
Komentar
Posting Komentar